Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 November 2008

Ya .....Allah aku ingin menikah


Ya Allah yang menguasai hati, Engkau Maha Tahu isi hatiku, deritaku, jeritku.
Engaku ciptakan kami berpasang-pasangan, bersuku-suku, berbangsa-bangsa untuk saling mengenal, mencitai.

Ya....Allah saat ini aku sudah mendambankan seorang pendaming, seorang istri yang sholeh, yang mengingatkan aku ketika aku lupa pada-Mu.

Ya....Allah Ya...Ghofur, aku tak ingin terseret oleh budaya hedonis. Kuatkan imanku, kuatkan tekadku tuk mengabdi dijalan-Mu.

Ya...Allah saat ini kekasih hatiku nun jauh disana, ku berdo'a pada-Mu, berilah ketabahann, kekuatan agar dia setia menungguku, menantiku sampai waktu yang tepat untuk meminangnya menjadi pendamping hidupku. Pertemukan kami dalam ikatan pernikahan 2,3 atau 4 tahun lagi Ya...Allah.

Ya...Allah ini jeritan hatiku, aku ingin mengikuti sunah Nabi Rosull-Mu Muhammad SAW,menggenapi separuh agama-Mu Ya...Alllah, separuh tujuan hidup di dunia.

Ya....Allah aku merindukan istri bidadari, sholehah, baik budi, berbakti pada suami.

Ya...Alllah kuatkan imanku,tekadku agar aku selalu dijalan-Mu.

Amin100000000000000x.

Senin, 16 Juni 2008

Jangan Menjadi Air Yang Mengalir

Di antara kita pasti menginginkan hidup bahagia, terpenuhi materi dan segalanya.

Ada diantara teman atau malah kiat sendiri ingin seperti air yang mengalir.

Pendapat itu tidak salah, tetapi kurang tepat. Menjalani hidup seperti air yang mengalir, seperti kurang greget/semangat, menjalani apa adanya, tidak ada target.
Memang rezeki, hidup, mati, jodoh suadah di ataur oleh Allah SWT tetapi kita sebagai manusia patut untuk berusaha, ikhtiar dan berdoa.

Air mengalir akan mengikuti jalur yang sudah ada, untuk mencapai muara. Sedangkan air yang mengalir mengikuti parit yang kita buat, akan mencapai muara yang lebih cepat. Seperti masa depan harus diciptakan dan direncanakan.

Majulah Kedepan, Sesekali Menolehlah Kebelakang

Dalam hidup ini kita selalu dituntut untuk selalu maju atau lebih baik dari hari kemarin. Sudahkah teman-temanku merancang masa depan? Masa depan yang seperti apa yang ingin diraih? Bagaimana mewujudkannya? Renungkanlah saat ini.

Sudah barapa tahunkah kita hidup didunia ini? Karya apa yang telah kita hasilkan untuk kebaikan diri kita maupun orang lain?

Masalalu adalah kenangan
Hari ini adalah kenyataan
Masa depan adalah harapan

Mungkin teman-teman pernah membaca ungkapan diatas. Dalam hidup ini jangan terjebak oleh masa lalu, kita dituntut untuk memandang masa depan tetapi sesekali menoleh kebelakang maksudnya adalah kita harus berorientasi dengan masa depan, hal-hal yang ingin kita cita-citakan agar tercapai. Menoleh kebelakang agar kita dapat mengambil pelajaran atau hikmah dari kejadian masa lalu kita, agar jangan sampai terulang kembali untuk kedua kalinya.

Mengapa kita diciptakan berjalan kedepan? Bukannya kebelakang atau kesamping?
Kalau kesamping seperti kepiting :) . Kebelakang seperti undur-undur. :) Kebelakang kita akan menubruk benda-benda yang ada dibelakang kita.

Kita berjalan kedepan mengandung filosofi bahwa kita harus melihat masa depan dengan merencanakan baik untuk kebahagiaan dunia maupun akhirat.

Mudah-mudahan cita-cita kita, doa-doa kita, harapan-harapan kita terwujud dalam nyata/terkabul.

Bahagia dunia maupun diakhirat. Amin 3x.

16.20